Perlunya Dana Desa Mendukung Program Kesehatan

BOYOLALI - Peran semua pihak diperlukan dalam mengelola dan mengembangkan program kesehatan. Pada tingkat bawah yakni pihak desa dinilai sangat memiliki peran besar. Selain sumber daya manusia juga keterlibatan anggaran Dana Desa (DD) untuk program kesehatan sangat diperlukan. Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali, Ratri S Survivalina dalam acara Sosialisasi Program Kesehatan Kabupaten Boyolali di Hotel Ataya Ngemplak;  Boyolali pada Jumat (9/8/2019) malam.

"Kesehatan perlu didukung semua sektor dan bisa memberikan jaminan kepada masyarakat. Program prioritas yang perlu didukung semua sektor yang bisa didukung dengan penganggaran dana desa," tetang Lina. 

Dalam waktu dekat pihaknya akan mengumpulkan jajaran pemerintahan desa dan bidan desa untuk mengoptimalkan perencanaan dana desa. Hal tersebut sebagai langkah untuk menyelesaikan beberapa masalah kesehatan yang perlu diprioritaskan yang masih perlu dibantu dana desa.

Dijelaskan Lina terdapat empat prioritas yang ditekankan yakni terkait Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang perlu ditingkatkan. Kemudian masalah terkait Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) dimana masih banyak masyarakat yang belum memiliki jamban sehat permanen.

"Yang ketiga terkait penyakit atau standar kesehatan dan beberapa masalah dapat diselesaikan melalui pemberdayaan masyarakat. Dan yang keempat prioritas terkait dengan demam berdarah," beber Lina lebih lanjut

Untuk itu pihaknya meminta empat prioritas tersebut menjadi perhatian para pemangku kepentingan, terlebih pihak desa. 

Sehingga diharapkan dapat teridentifikasinya permasalahan kesehatan termasuk faktor resiko bencana, kedaruratan kesehatan serta identifikasi potensi yang dimiliki desa.

"Kami minta memang harus dianggarkan secara rutin melalui Dana Desa agar permasalahan kesehatan bisa dicegah sedini mungkin," tegas Lina.

Sementara Asisten Tata Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekda. Kabupaten Boyolali, Bony Facio Bandung yang membuka acara juga menyatakan perlunya dukungan semua pihak.

"Perlunya penguatan kelembagaan advokasi dana desa untuk kesehatan masyarakat desa. Kesehatan itu bukan saja menjadi tanggungjawab Dinas Kesehatan tapi menjadi tanggungjawab kita bersama baik tingkat Desa, Kecamatan, Kabupaten, OPD dan stakeholder yang terlibat harus berperan aktif dalam mengembangkan kesehatan," tegas Bony.

Pemerintah Kabupaten Boyolali, menurut Bony berkomitmen dalam program kesehatan. Pihaknya meminta para pemangku kepentingan yang terlibat untuk dapat membantu peningkatan kesehatan di Boyolali semakin meningkat dan ke depan lebih baik. 

"Yang penting koordinasi, sinkronisasi semua menjadikan Boyolali semakin maju, semakin sehat. Yang terbaik untuk masyarakat Boyolali," tukas Bony. (dst)

Share this Post: