Jelang Pilkades Serentak, e-voting Telah Siap

BOYOLALI – Akhir Juni esok, Kabupaten Boyolali mempunyai agenda besar yang cukup menyita perhatian. Dari 261 desa yang ada di Kota Susu, 229 diantaranya akan melakukan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak tahap III. Meski digelar secara bersamaan pada tanggal 29 Juni, terdapat dua metode berbeda yang akan dilakukan saat mencoblosan yakni dengan menggunakan metode sistem elektronik e-voting dan metode konvensional dengan mencoblos secara manual.

 

Untuk memastikan kesiapan peralatan e-voting dan juga kesiapan panitia pilkades, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermasdes) Kabupaten Boyolali memonitoring kesejumlah kantor kecamatan, seperti yang terlihat di Kantor Kecamatan Andong, pada Rabu (22/5). Hal tersebut dilakukan guna mengantisipasi berbagai kendala yang dihadapi saat pemungutan suara.

 

“Kita monitoring kesiapan alat, jangan sampai nanti mendekati hari-H ternyata ada kendala di lapangan saat last minutes, kita antisipasi,” jelas Kepala Bidang Bina Pemerintahan Desa Dispermasdes Kabupaten Boyolali, Candra Irawan.

 

Di Kecamatan Andong yang memiliki 16 desa, terdapat dua metode yang akan dipakai. Terdapat 14 desa yang menggunakan metode konvensional dengan pencoblosan secara manual, dan dua desa yang menggunakan metode e-voting yakni Desa Kunti dan Desa Pranggong.

 

“Untuk kesiapan teknis e-voting, dari desa kemarin sudah dikomunikasikan dan dikoordinasikan semua desa pengadaan alat untuk e-voting. Secara peralatan sudah mencukupi,” terang Camat Andong, Edy Kristiawan.

 

Desa Kunti memiliki Daftar Pemilih Sementara (DPS) sebanyak 2.372 orang, dan DPS di Desa Pranggong sebanyak 1.938 orang ini akan memilih kepala desa di sejumlah Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar. Pihaknya berharap Pilkades dapat terlaksana dengan lancar dan damai.

 

“Mari kita menyambut pilkades serentak ini dengan serius, dengan keceriaan dengan mengedepankan rasa saling menghormati dan toleransi. Artinya kita harus sudah lebih dewasa dalam berpolitik, perbedaan dalam pilihan itu adalah hal yang wajar, tetapi mari kita tetap menjaga kerukunan,” imbau Edy. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Share this Post: