Disdikbud Pantau Mahasiswa Asal Boyolali di Tiongkok

BOYOLALI – Maraknya wabah virus korona di Wuhan, Tiongkok membuat kekhawatiran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali akan kondisi warganya yang saat ini berada di Tiongkok. Saat ini terdapat 30 mahasiswa asal Kabupaten Boyolali yang menempuh pendidikan di Nanjing University, Cina.

 

Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali, Budi Prasetyaningsih mengungkapkan bahwa saat ini, masih terdapat sembilan mahasiswa yang bertahan di Nanjing, karena mahasiswa yang lainnya memutuskan untuk pulang ke Boyolali.

 

"Memang jarak kota Nanjing dengan Wuhan cukup jauh, yaitu 550 km. Namun demikian, kita terus melakukan pemantauan," ujarnya.

 

Dijelaskan, pihaknya terus melakukan pemantauan baik melalui laporan maupun komunikasi langsung melalui obrolan daring dengan mahasiswa. Pemantauan juga melakukan komunikasi sambungan panggilan video sehingga pihaknya mengetahui kondisi para mahasiswa tersebut.

 

Pemkab Boyolali mengingatkan kepada para mahasiswa untuk mengonsumsi makanan sehat dan vitamin. Hal ini mengingat sudah ada 10 warga Nanjing yang terkena virus korona.

 

Salah satu mahasiswa di Nanjing, Nurul Latifah mengatakan bahwa mereka bersyukur dalam kondisi baik dan sehat bahkan tidak kekurangan bahan makanan sehari-hari.

 

"Kami jarang keluar, kecuali ada kebutuhan yang penting. Misal, membeli bahan makanan. Kami juga sering mendapatkan bantuan bantuan bahan makanan dari KBRI (Kedutaan Besar Republik Indonesia-red)," tambahnya. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Share this Post: