15 Pasang Suami Istri Ikuti Sidang Itsbat Nikah Terpadu

BOYOLALI – Kegiatan dalam rangka peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Ke-48 organisasi Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) Tingkat Kabupaten Boyolali yakni pelaksanaan sidang itsbat pernikahan terpadu. Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Cempaka Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, pada Selasa (3/12/2019) ini merupakan kerjasama antara Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali, Kantor Urusan Agama (KUA) Kabupaten Boyolali serta Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Boyolali.

 

Kepala Bagian (Kabag) Hukum Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Boyolali, Agnes Sri Sukartiningsih menjelaskan bahwa sidang itsbat tersebut bukan merupakan nikah massal seperti yang selama ini diketahui oleh masyarakat luas. Namun, sidang tersebut merupakan bentuk upaya Pemkab Boyolali dalam melindungi masyarakat yang sudah menikah tetapi belum memiliki surat nikah.

 

“Dalam memperjuangkan dokumen dan akta keabsahan pernikahan bapak dan ibu (peserta sidang itsbat). Jadi semua demi bapak ibu, demi hak bapak ibu selaku warga Kabupaten Boyolali,” jelas Agnes.

 

Melalui langkah ini, diharapkan dapat memberikan dan membangun kesadaran masyarakat untuk taat administrasi serta aturan yang ada. Sekaligus bisa memberikan informasi kepada warga lain yang sudah menikah tetapi belum memiliki dokumen yang sah.

 

“Supaya tidak ada kesulitan untuk memberikan penjelasan bahwa ini adalah demi masyarakat Boyolali dalam pemenuhan hak sipil berupa dokumen keluarga,” terang Agnes.

 

Terdapat 15 pasangan beserta dengan dua saksi mengikuti satu persatu rangkaian sidang itsbat. Setelah proses sidang, pernikahan mereka akan dicatat oleh negara dan dinyatakan telah sah dibuktikan dengan pembuatan surat nikah dan KK secara langsung seusai sidang oleh pihak terkait. 15 pasangan tersebut berasal dari lima kecamatan yakni Kecamatan Selo empat pasangan, Kecamatan Karanggede satu pasangan, Kecamatan Gladagsari lima pasangan, Kecamatan Musuk empat pasangan dan Kecamatan Boyolali satu pasangan.

 

Salah satu warga Desa Ngadirojo; Kecamatan Gladagsari, Simin mengaku sangat terbantu dengan adanya sidang itsbat pernikahan terpadu. Ayah dari tiga orang anak ini sekarang lega karena telah memiliki dokumen keluarga yang sah.

 

“Sangat bagus. Sekarang jika mencari sesuatu bisa lancar,” ujarnya. (hri)

Share this Post: