Pencegahan Corona dengan Pembersihan Fasilitas Umum

BOYOLALI – Dunia saat ini sedang terfokus dengan wabah virus corona. Virus yang telah menjangkit di beberapa negara di belahan dunia ini turut menyita perhatian masyarakat Indonesia beberapa waktu lalu, diumumkan beberapa kasus pasien yang terjangkit virus corona. Sementara Kementerian Kesehatan juga setiap saat merilis dan memperbarui data temuan pasien corona yang telah terjangkit dan tersebar di Tanah Air.

Selanjutnya dengan ditetapkannya Kejadian Luar Biasa (KLB) Corona di Kota Surakarta, masyarakat Boyolali diminta perlu meningkatkan kewaspadaan di lingkungan masing-masing. Kabupaten Boyolali yang berdekatan dengan Kota Surakarta ini masih tercatat zero (nol) atau belum ditemukan pasien positif corona, dan ada satu orang pasien dalam pengawasan (PDP) yang kini berada di salah satu rumah sakit di Provinsi Jawa Tengah.

“Itu terus dipantau, kemudian memutuskan akan segera melakukan pembersihan. Dari fasilitas umum, dari SD/SMP/SMA, terminal, pasar, kantor, tempat ibadah, masjid, gereja, pokoknya semuanya,” ujar Bupati Boyolali, Seno Samodro saat dijumpai awak media di Rumah Dinas Bupati Boyolali, pada Senin (16/3/2020).

Ditambahkan, masih ada sekitar 23 orang dalam pemantauan (ODP) yang selalu dipantau oleh tim kesehatan. Untuk itu, Bupati Seno gencar menggalakkan Gerakan Masyarakat Hidup Sehat atau GERMAS. Hal tersebut diupayakan sebagai cara untuk menciptakan antibodi pada masing masing individu, sehingga bisa membunuh virus corona. Selain pembersihan di tempat tempat fasilitas umum, pihaknya juga akan menyediakan hand sanitizer.

“Obat yang paling ampuh memerangi corona adalah antibodi. Antibodi dihasilkan oleh kekebalan tubuh masing masing. Kekebalan itu akan semakin kuat kalau dalam kondisi yang sehat,” ungkap Bupati Seno.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Boyolali mengambil kebijakan untuk tetap mengaktifkan kegiatan belajar mengajar di sekolah sekolah yang masih menjadi kewenangan Pemkab Boyolali. Meski kondisi berbeda pada sekolah berbasis madrasah yang kewenangan berada di instansi vertikal dan SMA/SMK yang kewenangan berada di Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dimana telah mengambil kebijakan untuk meliburkan siswanya.

Bupati Seno menghimbau para orangtua dan siswa tetap tenang saat kegiatan sekolah berlangsung, karena pengawasan dan kontrol akan mudah dilakukan.

“Mengontrol anak anak di sekolah itu lebih mudah daripada dia (anak anak) dirumah sementara orangtua bekerja, tidak bisa mengontrol anak anak,” terang Bupati Seno.

Dia menghimbau agar masyarakat tetap tenang dan untuk beberapa waktu ke depan agar mengurangi intensitas bersalaman dan bersentuhan langsung. Selain itu pihak ya juga meminta sering mencuci tangan dengan sabun, atau membawa hand sanitizer kemanapun pergi. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Share this Post: