Miniatur Seven Wonders Sambut Pemudik di Boyolali

BOYOLALI – Lebaran atau Hari Raya Idul Fitri tinggal menunggu sepekan lagi, akan tetapi euforia perantau untuk pulang ke kampung halaman masing-masing sudah mulai terlihat. Mereka rela melintasi ratusan kilometer dari berbagai daerah hingga antar negara untuk bertemu dengan keluarga.

Wilayah Boyolali yag strategis sering dilintasi para pemudik saat pulang kampung. Tidak jarang, para pemudik melepas lelah di berbagai rest area maupun fasilitas publik yang ada. Saat ini sejumlah pemudik bisa menikmati dan melihat berbagai macam tujuh miniatur keajaiban dunia atau yang lazim disebut seven wonders yang tersebar di berbagai sudut di Kota Susu.

Alun-Alun Lor memiliki spot foto yang menarik dengan Bundaran Solidaritas yang dilengkapi dengan miniatur Candi Borobudur yang ditata di paling tengah bundaran. Lantas tiga keajaiban lainnya dibangun Taj Mahal, Spink dan Inka mengelilingi candi.

Selain itu, pemudik bisa singgah ke Taman Tiga Menara yang berada di kawasan Bundaran Asrikanto; Desa Kiringan; Kecamatan Boyolali dengan tiga miniatur seven wonders lainnya. Bangunan tersebut yakni Menara Pisa, Menara Eiffel dan Patung Liberty detil dengan ornamen dan skala ukurannya menyerupai aslinya

Sejak selesai pembangunannya, kedua lokasi seven wonders itu pun langsung ramai dikunjungi masyarakat baik siang maupun malam hari. Mereka berfoto-foto disana untuk diunggah di media sosial.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Boyolali, Totok Eko YP, mengatakan pembangunan miniatur 7 keajaiban dunia tersebut terbuat dari keramik. Kecuali untuk Menara Eiffel dibuat menggunakan besi.

"Namun ada bahan keramiknya juga tapi sedikit," kata Totok Eko YP saat ditemui di ruang kerjanya beberapa waktu yang lalu.

Pengerjaan miniatur yang terbuat dari keramik itu dikerjakan putra daerah Boyolali sendiri. Yakni Nuanza Porcelain Indonesia, perusahaan porselin yang berada di Desa Ngadirojo, Kecamatan Gladagsari.

"Tujuan pembangunan ini secara keseluruhan untuk menambah keindahan Kota Boyolali, memperluas ruang terbuka hijau untuk masyarakat dan menambah taman kota. Selain itu juga untuk membranding Boyolali sebagai kota kecil yang ramah, nyaman dan ditinggali," tandasnya.

Diharapkan, dengan bangunan tersebut akan semakin mempercantik kota dan menjadi ikon Boyolali. Apalagi, bangunan tersebut merupakan miniatur atau replika bangunan keajaiban dunia sehingga bisa dimanfaatkan masyarakat untuk berswafoto. (Tim Liputan Diskominfo Kabupaten Boyolali)

Share this Post: