Masa KBM Siswa Boyolali Diperpanjang

BOYOLALI – Waktu Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di rumah bagi siswa Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) baik negeri maupun swasta di Kabupaten Boyolali diperpanjang hingga 31 Mei 2020. Keputusan ini diambil Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Boyolali untuk pencegahan dan penanganan penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19) di Kota Susu.

"Iya, kegiatan pembelajaran siswa jenjang PAUD sampai dengan SMP untuk tetap dilaksanakan di rumah masing-masing mulai tanggal 1 sampai dengan 31 Mei 2020," kata Kepala Disdikbud Boyolali, Darmanto, saat ditemui di ruang kerjanya, Rabu (29/4/2020).

Keputusan tersebut diambil melihat perkembangan situasi, kondisi dan informasi dalam upaya pencegahan perkembangan virus Corona di Kabupaten Boyolali.

Selain itu juga berpedoman pada Maklumat Kapolri dan Surat Edaran Mendikbud serta Surat Edaran Bupati Boyolali nomor 060/966/1.8/2020 tentang penyesuaian sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam upaya pencegahan penyebaran Covid-19 di lingkup Pemkab Boyolali.

"Ya, menyesuaikan juga dengan SE (surat edaran) Sekda (Sekretaris Daerah) tentang perpanjangan WFH (work from home)," jelas Darmanto.

Terkait dengan masa kelulusan dan kenaikan kelas, pihaknya memberlakukan kebijakan dengan berpedoman pada tindak pencegahan penyebaran Covid-19. Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) masih menggunakan sistem online, dengan prosentase 50 persen zonasi, 30 persen prestasi, 15 persen afirmasi penduduk yang kurang mampu, dan 5 persen mutasi atau perpindahan penduduk karena pekerjaan.

"Tetap dengan online sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosesur) pencegahan pandemik Covid-19 dengan tidak mengumpulkan massa," ungkapnya.

Dijadwalkan proses PPDB jenjang SMP, akan dilaksakan pada minggu pertama Bulan Juli. Sehingga pada minggu ketiga Bulan Juli, para siswa sudah dapat memasuki Tahun Ajaran baru 2020/2021. Sedangkan untuk tingkat SD, pihaknya mengimbau adanya jalinan komunikasi antara Kepala Sekolah SD dan TK, sehingga bisa meminimalkan pergerakan warga dan terlebih anak anak.

"Apakah itu kelulusan, apakah itu kenaikan kelas, apakah itu PPDB, anak-anak harus tetap di rumah. Tidak boleh aktif kemana-mana," tegasnya. (dst)

Share this Post: