Dispertan Bangun Saluran Irigasi di Empat Titik

BOYOLALI – Memiliki sumber daya alam yang potensial, Kabupaten Boyolali menjadi daerah dengan sumber daya alam yang melimpah. Dengan didukung tanah yang subur, Kabupaten Boyolali bisa dijadikan salah satu lumbung pangan Nasional sesuai dengan visi misi Bupati.

 

Sektor pertanian dengan padi yang menjadi komoditas unggulan di Kabupaten Boyolali. Pada sisi wilayah timur yakni pertanian padi yang subur di area persawahan Kota Susu. Sebagai salah satu faktor penentu pertanian yang berhasil, irigasi pertanian penting untuk diperhatikan. Pertanian mampu tumbuh subur dan siap dipanen apabila mendapatkan pengairan yang cukup.

 

Hal ini yang memprakarsai pembangunan saluran irigasi oleh Dinas Pertanian (Dispertan) Kabupaten Boyolali. Saluran irigasi yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2019 ini yang menyasar empat titik pada dua kecamatan. Yakni Kecamatan Sawit yang berada di Desa Jatirejo dan Kateguhan. Serta di Kecamatan Banyudono di Desa Jembungan dan Jipangan.

 

“Satu titiknya Rp 150 juta bisa memperlancar sawah-sawah yang ada. Mudah-mudah setelah kita bangunkan masyarakat mau memelihara kebersihan agar saluran ini tidak cepat rusak,” ungkap Kepala Dispertan Kabupaten Boyolali, Bambang Jiyanto saat kunjungan lapangan di saluran irigasi di Desa Jembungan beberapa waktu yang lalu.

 

Menurutnya, saluran irigasi yang ada di Kabupaten Boyolali perlu adanya perhatian khusus. Hal tersebut mengingat bahwa pertanian padi merupakan komoditas yang penting di Kota Susu.

 

“Jadi program sarana pengairan yang ada di Boyolali akan kita perbaiki semua, yang kurang sempurna, kurang baik, rusak, ini akan dilihat sesuai dengan tingkat kemampuan. Sehingga kebutuhan masyarakat akan sarana irigasi khususnya daerah daerah sawah, irigasi bisa maksimal,” pungkasnya. (dst/bet)

Share this Post: