10 Pasien Positif Covid-19 Terbaru Ada Yang Sembuh dan Meninggal Dunia

BOYOLALI – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Boyolali kembali menyampaikan perkembangan data pertambahan kasus Corona Virus Disease (Covid-19) yang disampaikan oleh Ratri S. Survivalina sebagai Kepala Dinkes Boyolali dalam jumpa pers di lobi kantornya, Kamis (23/7/2020). Pihaknya menyampaikan adanya penambahan jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali sebanyak 10 kasus. Penambahan 10 kasus tersebut merupakan kiriman dari rumah sakit yang berada di luar Kabupaten Boyolali. Jadi saat ini secara akumulatif total kasus positif di KabupatenBoyolali menjadi 155 kasus.

“Update data Covid-19 pada siang hari ini, kami sampaikan ada penambahan 10 kasus. Sehingga sampai saat ini jumlah kasus positif Covid-19 di Kabupaten Boyolali sebanyak 155 kasus,” tutur Lina.

Penambahan 10 kasus tersebut yakni register 146 (TRJ) dari Desa Karangkepoh, Kecamatan Karanggede yang merupakan pelaku perjalanan dari Jakarta. Kemudian inisial BYM dengan register 147 dari Desa Ngenden, Kecamatan Ampel. BYM merupakan bayi baru lahir yang beralamat di Desa Mriyan, Kecamatan Musuk namun berdomisili di Desa Ngenden. Yang bersangkutan saat ini menjalani perawatan di Rumah Sakit dr. Moewardi (RSDM) Surakarta.

Tambahan kasus register nomor 148 berinisial SF dari Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo, saat ini pasien menjalani perawatan di rumah sakit UNS Surakarta.

“Register 149 dengan insial NAS berasal dari Desa Ngleses, Kecamatan Juwangi. Pasien ini merupakan PDP di salah satu rumah sakit swasta di Kabupaten Grobogan ternotifikasi positif Sabtu (11/7/2020) namun kita baru menerima pemberitahuan hari ini dalam kondisi yang bersangkutan meninggal dunia,” ungkap Lina.

Ada pula, pasien positif yakni salah satu tenaga kesehatan (nakes) dari Rumah Sakit Jiwa Daerah (RRSJD) Surakarta dengan register 150 berinisisal SYT dari Desa Senting, Kecamatan Sambi.

Selanjutnya, kasus dengan register nomor 151, AAS dari Desa Jembungan, Kecamatan Banyudono merupakan nakes RSDM Surakarta dan saat ini menjalani karantina di rumah sakit tersebut.

Kasus berikutnya, yakni kasus dengan register 152 berinisial JHT berasal dari Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak. Pasien merupakan pelaku perjalanan yang akan kembali ke Kalimantan, saat melakukan rapid tes atau tes cepat ternyata reaktif yang kemudian dilanjutkan dengan polymerase chain reaction atau PCR di salah satu rumah sawasta di Surakarta dinyatakan positif.

“Kasus register 153 berinisal MRS dari Desa Ngenden, Kecamatan Ampel, merupakan ibu dari pasien nomor 147 dengan inisial BYM,” lanjut Lina.

Ada pula penambahan kasus dari Desa Sembungan, Kecamatan Nogosari dengan register register 154 berinisial STR. Pasien tersebut merupakan merupakan karyawan di RSDM Surakarta teridentifikasi positif sejak Selasa (14/7/2020), dinyatakan sembuh pada Kamis (23/7/ 2020).

Kasus terakhir yang terkonfirmasi yakni kasus dengan register 155 berinisial SYM dari Desa Walen, Kecamatan Simo, merupakan pasien RSDM Surakarta dan sedang dilakukan pelacakan.

Selain terkonfirmasi adanya penambahan, Lina juga menyampaikan delapan kasus sembuh. Antara lain, kasus 069 dengan inisial SW dan 070 inisial TK, keduanya dari Desa Guwo, Kecamatan Wonosegoro. Ada pula tiga kasus sembuh dari Kecamatan Nogosari yakni dua pasien dari Desa Keyongan, dengan register 118 berinisial YH dan register 125 berinisial SUL, serta dari Desa Sembungan dengan register 154 berinisial STR. Kasus 119 inisial SIS dari Desa Sawahan, Kecamatan Ngemplak berhasil sembuh. Selain itu ada pula dua kasus sembuh dari Kecamatan Banyudono, yakni kasus 130 inisial HY dari Desa Tanjungsari dan kasus 136 berinisial GL dari Desa Jipangan. (mjk/hri)

Share this Post: