Jelang Nyepi 1940 Saka, Umat Hindu Boyolali Gelar Mendhak Tirta

Published by plid2018 on

BOYOLALI – Ratusan umat Hindu mengikuti ritual Mendhak Tirta menyambut Hari Raya Nyepi Tahun 1940 Saka. Ritual Mendhak Tirta merupakan rangkaian pengambilan air suci yang dilakukan sebelum perayaan Nyepi, yang jatuh pada Sabtu (17/3) mendatang. Pelaksaaan acara yang juga disebut Melasti ini, tidak hanya diikuti umat Hindu dari Boyolali namun juga diikuti dari Surakarta dan Sukoharjo.

Ketua Panitia Mendhak Tirta, Heru Kuncoro, di Pura Bhuana Suci Saraswati, Ngaru-Aru Banyudono, Senin (12/3) menjelaskan ritual upacara Mendhak Tirta merupakan suatu upacara pengambilan Tirta Amerta atau air kehidupan yang akan digunakan untuk penyucian umat pada saat Nyepi.

“Air Tirta atau air kehidupan yang tujuannya untuk meningkatkan spiritual kehinduan, meningkatkan ketahanan jiwa,” terangnya pria yang juga Ketua Parisade Hindu Dharma Indonesia (PHDI) Desa Ngaru-Aru ini.

Ritual Mendhak Tirta diawali dengan prosesi kirab menuju lokasi pengambilan air suci yang berada di Umbul Ngabean kompleks Umbul Pengging dengan jarak kurang lebih satu kilometer. Kirab dilepas Camat Banyudono, Wagino dengan diiringi tabuhan gamelan, rangkaian bunga serta puluhan gunungan yang berisi hasil bumi.

Tiba di lokasi pengambilan air suci, umat Hindu melakukan sembahyang terlebih dahulu selama kurang lebih satu jam, yang dilanjutkan dengan prosesi pengambilan air suci. Seusai pengambilan air suci ratusan warga berebut sesaji dan gunungan yg berisi buah buahan dan hasil bumi.

“Mendhak Tirta biasanya mengambil air laut dengan istilah Melasti, tetapi karena Boyolali tidak ada laut maka kita mencari ke sumber mata air, yang mana di Pengging ini kita anggap memiliki sakral dan punya sejarah yang luhur dan suci,” ujar Pengurus PHDI Boyolali, Sutarto.

Air suci yang dimaksud merupakan air yang berasal dari tanah sehingga diharapkan bisa membersihkan serta menyucikan lahir dan batin umat Hindu sebagai sarana dalam acara Tawur Agung Sasi Kesanga di pelataran Candi Prambanan.

“Setelah air diambil, kita semayamkan di Candi Ratu Boko dan pagi harinya kita arak dengan prosesi seperti tadi menuju pelataran Candi Prambanan saat upacara besar,” lanjutnya.

Secara batiniah Mendhak Tirta dalam hal ini merupakanh air kehidupan yang mensucikan, dimana menurut ajaran agama Hindu, air sebagai wahana pembersihan dan pensucian dimana segala noda dosa yang diperbuat manusia dapat mendapatkan air akan lepas dari belenggu karma tersebut. Dengan harapan, nantisaat masuk pada saat dunia perenungan dalam Hari Raya Nyepi mendatang, umat Hindu bisa suci dan bersih. Sehingga setelah perayaan Nyepi, umat Hindu mengarungi kehidupan yang baru. (dst/epn/bet)

Categories: Uncategorized

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *